Senin, 29 Maret 2010

bertanam tomat dalam pot atau polibag

Dewasa ini mustahil rasanya orang perkotaan mempunyai kebun di sekitar rumah, karena jumlah populasi manusia yang terus membengkak, terpaksa penduduk hidup secara berdesak-desakkan ditambah harga tanah yang selangit. Keadaan seperti ini sangat memprihatinkan bagi mereka yang suka bercocok tanam karena lahan yang semestinya bisa ditanami tanaman, sayuran tidak dapat lagi karena sudah penuh dengan rumah-rumah. Sebenarnya semua itu dapat disiasati dengan bertanam tomat organik dengan dalam pot atau polibag. Menanam dengan cara seperti ....
ini ternyata sudah sejak lama dilakukan oleh para ibu rumah tangga, tetapi tidak ditangani secara serius. Seandainya kalau kita mau menangani secara intensif hasilnya tak kalah dengan yang ditanam dikebun-kebun. Bertanam tomat dalam pot atau polibag sebenarnya mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan menanam diperkebunan. Diantaranya dapat dilakukan oleh siapa saja terutama yang tidak mempunyai perkarangan, perkembangan tanaman mudah dikontrol, penyebaran/penularan hama dan penyakit sangat kecil dan menghemat pupuk karena tempat yang kecil.
Dalam kesempatan ini kami akan membahas bertanam tomat dalam pot atau polibag saja walaupun pada prinsipnya sama saja tata cara menanam sayur atau buah dalam pot atau polibag. Hal-hal yang harus disiapkan untuk bertomat pada pot atau polibag adalah :
a. tempat dan media
pada dasarnya menanan dengan cara ini kita dapat memanfaatkan bekas kaleng biscuit, ember plastik, wadah bekas lainnya atau membeli pot atau polibag. Media tanam yang digunakan berupa tanah pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dapat 1:1, 1:2 atau 1:3 tergantung kesuburan atau berat ringannya tanah. Wadah tempat yang sudah disiapkan bawahnya dilubangi dan ditutup dengan pecahan gendeng untuk aliran air siraman. Setelah itu diisi dengan media yang telah kita siapkan sampai penuh.
b. Pesemaian
Tomat diperbanyak dengan bijinya, disemaikan lebih dulu ditaruh pada wadah dan ditempatkan pada daerah yang teduh. Sebulan kemudian biji yang sudah bertunas itu perlu diindah (disapih) ke tempat penanaman lain sebagai latihan bagi tananam muda ini.sesudah bibit setinggi 10 cm, baru bisa dipindah ke pot.
c. Penanaman
Tempat dan media kita siapkan yang perlu diperhatikan, sebelum tanaman dipindah ke pot sebainnya potnya perlu disiram terlebih dulu. Untuk memindahkan tanaman dari persemaian ke pot harus hati-hati jangan sampai akar tanamannya sampai ketinggal kita dapat mengunakan alat solet untuk mengeluarkan tanaman tersebut, dan pemindahannya sebaiknya dilakukan pada sore hari.
d. Perawatan
Perawatan tanaman dalam pot atau polibag lebih mudah karena kesehatan setiap tanaman lebih terkontrol dan penularan penyakit lewat akat dapat dihindari. Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai berikut :
 Periksa tanaman setiap hari, terutama dari hama dan penyakit. Bila dijumpai ada hama, ambil dan matikan hama tersebut dengan cara dijepit. Bila ada tanaman yang layu cabut dan buang saja medianya supaya tidak menular ke tanaman yang lain.
 Bila tanaman kelihatan kurang subur, tambah pupuk kandang atau kompos yang telah matang.
 Bila sudah tumbuh besar beri turus untuk membantu tegaknya tanaman tersebut.
 Bila tanah sterlihat kering, segera siram tanaman dan tanahnya.
e. Panen
Tomat organik dalam waktu 3 bulan sudah dapat kita menikmati hasilnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

budidaya tomat organik