Kamis, 25 Maret 2010

budidaya tomat organik

Pada dasarnya menanam tomat dengan cara konvensional dan organic sama saja yang membedakan hanyalah pada saat pemeliharaannya saja. Kalau menanam secara konvensional menggunakan bahan kimia sintetis sedangkan bertanam tomat organic menggunakan bahan-bahan organic. Membudidayakan tanaman tomat harus dipersiapakan hal-hal sebagaimana berikut :
a. pemilihan areal tanam
untuk menanam apa saja yang dibutuhkan pasti areal atau lahan karena itu merupakan syarat pokok untuk menanam. Tapi untuk menanam tanaman tomat organik yang perlu diperhatikan adalah tanahnya tidak berair atau becek karena tumbuhan tomat tidak suka terhadap air yang berlebihan. Sifat tanah yang cocok untuk tananam tomat organik adalah tanah ...
dengan pH 5,5 – 6,5, bila penanaman tomat adalah kegenjahannya maka tomat cocok di tanam pada tanah lempung berpasir yang baik drainasernya. Tapi bila menginginkan hasil atau target dalam jumlah total produksi yang tinggi, maka tanah yang cocok adalah tanah lempung liat dan lempung berdebu. Tanah yang sudah ada diberi pupuk kandang atau kompos supaya tanah menjadi gembur dan subur.
b. pemilihan benih
tanaman tomat dikembangbiakan dengan bijinya, maka yang perlu kita siapkan adalah biji yang siap tanam. Untuk mendapatkan biji tomat bisa kita dapat di toko-toko pertanian karena disana sudah tersedia benih tomat siap pakai dengan kualitas yang bagus dan telah dikemas dengan baik pula. Tapi bias kita siapkan benih sendiri yaitu dengan cara : buah tomat yang telah masak dan sehat biarkan benar-benar tua di pohonnya, setelah dipetik biarkan selama dua atau tiga hari sampai buah merekah dan berair. Lalu pisahkan biji dari bagian yang lain. Cuci buah tomat dengan air, setalah itu keringkan. Benih yang telah kering dapat disimpan dalam wadah kaleng atau botol yang kering. Biji tomat siap disemikan, sisanya lalu benih disimpan pada tempat yang kering dan sejuk. Biji
c. pembibitan
Tomat diperbanyak dengan bijinya, disemaikan lebih dulu ditaruh pada wadah dan ditempatkan pada daerah yang teduh. Sebulan kemudian biji yang sudah bertunas itu perlu diindah (disapih) ke tempat penanaman lain sebagai latihan bagi tananam muda ini.sesudah bibit setinggi 10 cm, baru siap dipindah kelahan yang telah ada.
d. Penanaman
Penanaman dilakuakan ketika tanaman berumur sekitar 3 minggu di penyapihan dan pemindahannya sebaiknya dilakukan pada sore hari. Tahapan penanam adalah sebagai berikut :
1. Siapkan bibit yang akan ditanam
2. keluarkan bibit dari bumbung tanam dengan hati-hati, usahakan agar akar tidak rusak
3. Bibit ditanam dengan posisi tegak lurus. Kemudian lubang ditutup dengan tanah sekitarnya serta agak ditekan sedikit. Setelah itu tanaman muda dilindungi dengan tudung lembaran batang pisang.
4. Siram tanaman pada pagi dan sore hari dengan menggunkan embrat.
e. Pemeliharaan
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka tanaman setelah ditanam harus mendapat perhatian dan pemeliharaan agar tanaman bias tumbuh dengan maksimal. Pemeliharaan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
- Penyiraman
Karena tanaman tomat tidak suka berlebihan air maka penyiraman tanaman harus diperhatikan jangan sampai tanamannya kebaceken. Untuk mengantisipasi hal itu sebaiknya penyiraman pada tanaman tomat organik sebaiknya dilakukan sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.
- Penyulaman
Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang mati, layu, rusak atau pertumbuhan yang lambat. penyulaman seharusnya dilakukan karena tumbuhan yang mati, layu atau rusak dibiarkan akan mengganggu tumbuhan yang lainnya. Makanya tumbuhan yang mati, layu atau rusak harus dimusnahkan.
- Pengajiran
Pengajiran dilakukan dengan tujuan supaya tanaman tomat bisa tumbuh tegak, karena tanaman tomat mempunyai batang yang kurang kuat. Selain itu berguna untuk memudahkan dalam pemeliharaan dan pemetikan buah.
- Pemupukan
Seperti tanaman lainnya pemupukan sangat dibutuhkan pada tanaman tomat. Untuk pemupukan bisa mengunakan pupuk organik yaitu berupa kotoran hewan peliharaan  atau kompos yang benar-benar sudah matang. Pemupukan diberikan pada dalam galur sekeliling tanaman.
- Penyiangan, pendangiran dan pembumbungan
Penyaingan, pendangiran dan pembumbungan sebaiknya lakukun secara bersamaan dengan waktu pemupukan. Alat yang digunakan adalah cangkul kecil atau tajak (kored).setelah menyiangi dan memperbaiki bendeng tanaman, sebaiknya tanah ditutupi dengan daun kering atau jerami, keuntungannya yang diperoleh dengan menutupi tanah ini antara lain adalah :
. mengurangi penguapan air
. menjaga agar tanah tetap gembur
. mengurangi tumbuhnya rumput
. mencegah munculnya kerak tanah yang dapat menghambat masuknya udara
. menghindari kerusakan bunga atau buah dari kotoran tanah.
- Pemberantasan hama atau penyakit
Untuk pemberantasan hama dapat mengunakan biopestida atau mengunakan biofungisida yang dapat kita peroleh pada took-toko pertanian organic atau membuat sendiri.
- Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi jumlah tunas dan pusuk batang, sehingga perkembangan buahnya bias maksimal.pemangkasan yang biasa dilakukan ada tiga macam yaitu : pemangkasan tunas muda, pemangkasan batang dan pemangkasan bunga atau buah.
f. Pemanenan
tomat organik dalam waktu 3 bulan sudah dapat kita nikmati hasilnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

budidaya tomat organik